Apakah kamu sedang berencana memasarkan produk di platform digital? Jika jawabannya ya, bisakah kamu menyebutkan siapa saja target market yang kamu tuju dan apa alasannya? Bila kamu belum bisa menjawabnya, artinya kamu masih perlu mencari informasi lebih lanjut terkait cara menentukan target market yang sesuai.

Saat ini ada banyak ide dan inovasi yang bisa ditemukan. Dengan mengakses platform digital kamu bisa mendapatkan hal menarik, bahkan membuat banyak gagasan baru. Namun, seringkali gagasan tersebut sulit direalisasikan. Alhasil, tak jarang banyak ide berujung stuck karena tidak punya strategi yang tepat.  

identifikasi-market-yang-tepat

Untuk diketahui, salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan saat akan memasarkan konten atau produk adalah mengenali target market. Lantas, bagaimana cara menentukan target market? Berikut ini terdapat beberapa tips yang akan membantu kamu mengidentifikasi market yang tepat.

1. Cari tahu masalah terkini

Sebelum memilih target market, cari tahu terlebih dahulu apa masalah yang ingin kamu atasi. Dalam Entrepreneur Asia Pasific, Michael Cooper membagikan tiga langkah identifikasi masalah yang disebutnya sebagai Problem Definition Filter.

  • Pertama, yang perlu dilakukan adalah eksplor keadaan sekitar. Coba pikirkan gambaran situasi yang saat ini sedang dihadapi banyak orang. Bila sudah terlintas di benak kamu, mulailah menuangkan isi pikiran tersebut ke dalam kalimat dan jawablah beberapa pertanyaan. Kira-kira apa saja dampak yang telah ditimbulkan dengan adanya masalah tersebut? Setelah itu, gali lebih dalam apa konsekuensi yang muncul bila masalah ini tidak diselesaikan?
  • Kedua, jelaskan masalah secara singkat. Kalau kamu sudah tahu apa masalahnya cobalah rumuskan masalah tersebut dengan lebih singkat, misalnya dalam satu kalimat. Tahap ini akan membantu kamu memahami masalah dengan cara yang lebih mudah dan sederhana.
  • Ketiga, tanyakan ke dirimu mengapa masalah tersebut harus segera diatasi? Apabila jawaban dari pertanyaan ini membuat kamu menemukan masalah yang baru, artinya kamu sudah berhasil mengidentifikasi masalah secara mendalam. Langkah ketiga ini dilakukan agar kamu bisa menemukan sumber masalah yang telah diidentifikasi di langkah pertama dan kedua.

2. Tentukan target market berdasarkan segmentasi

Kalau kamu sudah menemukan masalah, sekarang waktunya menentukan kira-kira siapa pihak yang terdampak dari masalah tersebut. Dalam Similarweb dijabarkan ada empat cara menentukan target market, mulai dari melihat segmentasi demografik, minat, perilaku konsumen, hingga kriteria spesifik produk.

Umumnya, target pasar ditentukan berdasarkan faktor demografik yang dijabarkan lagi ke beberapa kategori, yaitu sebagai berikut.

  • Usia
  • Gender
  • Status sosial ekonomi
  • Pendapatan
  • Pendidikan
  • Status
  • Profesi

Kedua, minat. Kalau kamu ingin market yang lebih spesifik, kategori ini bisa dijadikan pilihan. Selain itu, untuk mempermudah proses menemukan minat pasar, kamu bisa pula menggunakan situs-situs yang menyimpan informasi aktivitas pengguna internet, salah satunya adalah Similarweb. Adapun berikut ini merupakan beberapa kategori untuk mengidentifikasi target market berdasarkan minat.

  • Hobi
  • Jenis olahraga
  • Genre musik dan film
  • Nilai
  • Kecenderungan politik

Ketiga, perilaku konsumen. Saat kamu ingin memasarkan konten atau produk, menganalisis perilaku konsumen adalah hal yang penting. Misalnya, kamu perlu mengetahui berapa lama waktu yang dihabiskan konsumen ketika melihat sebuah postingan? Lalu, platform apa saja yang sering digunakan konsumen?

Keempat, kriteria spesifik produk. Mungkin kamu sudah memiliki produk dan konten yang ditujukan pada market tertentu. Bila kamu telah menentukan market yang spesifik, pikirkan apakah produk yang ditawarkan akan selalu relevan bagi market tersebut? Di sini kamu perlu memastikan produk yang ditawarkan akan memberikan manfaat bagi potential customers lainnya.

3. Tracking pasar dengan mengajukan kuesioner

Tracking atau melacak target pasar dilakukan untuk memahami para calon konsumen. Untuk melakukan tracking kamu bisa mulai melakukan survei dengan menyebarkan kuesioner ke sejumlah orang. Cara ini mirip dengan riset pasar berdasarkan segmentasi. Perbedaannya, dengan tracking melalui survei kamu bisa langsung mendapatkan jawaban dari potential customers yang dicari.

Perlu diperhatikan, saat menyusun kuesioner buatlah item yang to the point atau tidak bertele-tele. Kuesioner yang terlalu panjang akan membuat orang kehilangan minat berpartisipasi dalam survei yang kamu ajukan. Dalam artikel jurnal Ideal and Maximum Length for a Web Survey dijelaskan bahwa durasi ideal pengisian kuesionar tidak boleh melebihi 20 menit.

Oleh karena itu, untuk memudahkan menyusun item kuesioner kamu bisa menggunakan teknik dari Mike Kappel. Melansir Forbes, Founder dan CEO of Patriot Software ini  membagikan tips 5W+H untuk menganalisis target market dengan cara menyusun sejumlah pertanyaan.

  • Who, siapa potential customers yang kamu cari?
  • What, apa yang dibutuhkan oleh potential customers?
  • When, kapan potential customers menggunakan produk atau mengakses konten kamu?
  • Where, di mana mereka bekerja? Bagaimana lingkungan yang mereka tempati?
  • Why, mengapa ada konsumen tertarik dengan produk yang kamu tawarkan?
  • How, bagaimana kebiasaan dan gaya hidup konsumen saat mengakses platform tertentu?

Kalau kamu merasa menyebarkan kuesioner lumayan menghabiskan waktu dan tenaga, kamu bisa juga memanfaatkan beberapa fitur di internet. Kamu juga dapat melakukan survei secara daring melalui Google Form. Namun, bila kamu ingin data yang bisa diperoleh secara instan, kamu boleh coba menggunakan beberapa analytic tools.

4. Manfaatkan analytic tools

Cara cepat mengidentifikasi target market adalah dengan memanfaatkan analytic tools. Ada banyak tools yang tersedia dan bisa digunakan sesuai kebutuhan kamu. Dengan menggunakan tools tersebut, kamu bisa mengidentifikasi tren maupun preferensi konsumen yang sesuai dengan harapan. Berikut ini ada beberapa tools yang bisa digunakan untuk membantu kamu menganalisis pasar.

Hotjar

Mengetahui kapan dan di mana konsumen melihat konten yang kamu muat merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan. Hotjar menyediakan visualisasi data yang akan memberikan kamu wawasan tentang pola perilaku dan apa yang dicari konsumen saat mengakses konten kamu.

Social media tools

Setelah memuat konten di media sosial, lantas apa reaksi yang ditunjukkan oleh orang di sekitarmu?

Untuk mengetahuinya, kamu bisa menggunakan fitur analytic untuk mengidentifikasi respon konsumen yang mengunjungi profil dan konten kamu. Meskipun ada analytic tool yang tersedia untuk memantau keseluruhan media sosial, sebaiknya lakukanlah analisis secara terpisah. Dengan demikian, kamu bisa melihat mana platform yang lebih efektif untuk strategi pemasaran digital. Kamu juga bisa melihat siapa saja yang tertarik dengan konten kamu berdasarkan segmentasi demografik yang tersedia pada fitur accounts’ stat di media sosial.

Look-alike tools

Pastinya kamu ingin konten dan produk kamu dilirik oleh banyak orang, bahkan menarik perhatian konsumen baru. Untuk membuat keinginan kamu tercapai, tidak ada salahnya mencoba look-alike tools. Melalui tools ini, kamu bisa menemukan target yang selaras dengan market yang dituju sehingga campaign yang dilakukan bisa tersebar lebih luas.

Google Analytics

Bagi yang bekerja di dunia digital marketing, tentu saja tidak asing lagi dengan google analytics. Yup, alat analisis yang satu ini bisa membantu kamu mendapatkan informasi dasar target market berdasarkan demografik, minat, letak geografis, dan masih banyak lagi. Kamu tidak perlu repot lagi menganalisis market dengan cara yang manual, kini cukup menggunakan rangkaian tools yang tersedia.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana cara menentukan target market agar strategi pemasaran digital yang dilakukan berhasil. Tentu saja, butuh konsisten dan kerja keras untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Semoga berhasil, ya!