Apakah kamu pernah mendengar istilah Inbound Marketing? Salah satu strategi pemasaran digital ini merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan oleh para pelaku bisnis. Perlu diketahui, Inbound Marketing adalah teknik pemasaran yang mampu membuat bisnis kamu dilirik oleh para calon konsumen. Pastinya kamu tidak mau melewatkan kesempatan emas ini, bukan?

Mengingat sekarang aktivitas yang dilakukan sudah serba digital, punya pengetahuan tentang Inbound Marketing adalah hal yang penting. Sudah bukan zamannya kamu hanya mengandalkan media mainstream untuk sarana promosi. Selain harganya cenderung mahal, kamu juga akan sulit menjangkau target market yang sesuai dengan ekspektasi.

Nah, supaya strategi Inbound Marketing ini berhasil, tentu saja ada usaha yang perlu dikerahkan. Bagaimanapun ketika memasarkan produk, kamu harus mampu membuat calon konsumen merasa membutuhkannya.

Untuk mengenal lebih dalam terkait Inbound Marketing, yuk simak tips dan trik berikut ini.

Kenali 4 metode Inbound Marketing

Untuk memulai praktik Inbound Marketing, kamu perlu memelajari metodenya terlebih dahulu. Myia Kelly, seorang product designer Tulip Retail asal Kanada menuliskan empat metode yang perlu dilakukan agar sukses dalam digital marketing.

1. Attract

Saat ingin membangun sebuah hubungan, tentunya dua belah pihak harus memiliki rasa saling tertarik terlebih dahulu. Dalam hal ini, sebagai pihak yang menjalankan bisnis kamu perlu memastikan calon konsumen akan tertarik dengan produk yang mau ditawarkan.

Untuk menarik perhatian konsumen yang ditargetkan, kamu perlu mengawalinya dengan menyajikan konten yang berkualitas. Konten yang dihasilkan harus mampu membuat calon pelanggan penasaran dan ingin mengaksesnya. Adapun empat cara yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian calon pelanggan melalui konten adalah sebagai berikut.

  • Mulai membuat blog
  • Aktif di media sosial
  • Gunakan kata kunci yang potensial diakses
  • Optimalkan situs web

2. Convert

Kalau tahap attract berhasil dilakukan, selanjutnya konversikan calon pelanggan ini menjadi kategori Marketing Qualified Leads (MQL). MQL merupakan sebutan bagi para calon konsumen yang menunjukkan ketertarikan pada produk dengan cara meregistrasikan diri tanpa membeli produk. Pada tahap inilah kamu perlu menggali informasi dari tiap-tiap calon pelanggan untuk melancarkan aksi selanjutnya.

Nah, biasanya dalam sebuah situs terdapat pilihan untuk berlangganan atau opsi lainnya yang membuat calon konsumen harus membagikan identitas mereka. Agar teknik ini berhasil, kamu perlu memberikan penawaran menarik bagi calon konsumen sehingga mereka tidak merasa rugi saat memberikan sejumlah informasi pribadi.

3. Close

Pada tahap ini adalah waktu yang tepat bagi kamu untuk mengubah MQL menjadi konsumen. Dengan informasi kontak yang diperoleh, kamu bisa mulai memberikan penawaran menarik lainnya bagi para calon konsumen, misalnya melalui promo pembelian. Adapun empat hal yang perlu dikuasai tim pemasaran untuk mengubah MQL menjadi konsumen yaitu sebagai berikut.

  • Lead scoring
  • Email
  • Marketing automation
  • Closed-loop reporting

4. Delight

Bila kamu telah berhasil mendapatkan konsumen baru, pastikan untuk tetap menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Kamu bisa mempertahankannya dengan melakukan interaksi melalui media sosia, email, maupun marketing automation. Tiga hal ini merupakan cara yang efektif untuk membuat konsumen tidak berpaling dari bisnis kamu.

Konsumen yang merasa senang akan membantu kamu memperbesar skala penjualan. Tidak menutup kemungkinan akan bermunculan berbagai testimoni positif yang bisa membuat bisnismu mendapatkan konsumen baru.

Lalu, apa saja strategi yang perlu dilakukan?

Setelah mengetahui empat metode Inbound Marketing, informasi penting lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah terkait strategi penerapannya. Meski kamu sudah berusaha mengikuti metode yang ada, hal ini akan sulit berhasil apabila tidak dibarengi pengetahuan yang mendalam terkait motivasi konsumen hingga masalah teknisnya.

Selengkapnya, berikut ini adalah 4 strategi yang perlu dilakukan saat menerapkan Inbound Marketing, melansir dari Forbes.

1. Ketahui motivasi dan preferensi calon konsumen

Setiap konsumen punya motivasi yang berbeda-beda. Untuk membuat strategi pemasaran yang tepat, kamu perlu terlebih dahulu mengetahui perilaku konsumen.

Pertama, pahami masalah apa yang sedang dihadapi calon konsumen? Kedua, apa tujuan yang sedang ingin dicapai calon konsumen? Ketiga, apa cara yang tepat untuk membantu proses komunikasi dengan calon konsumen?

Dengan memahami perilaku calon konsumen, hal tersebut akan membantu kamu menaikkan traffic di situs web, bahkan tak menutup kemungkinan kamu bisa menjalin hubungan yang langgeng dengan mereka.

Baca juga: Cara Menentukan Target Market, Langkah Sukses Digital Marketing

2. Buat situs web yang user-friendly

Saat membuat situs web kamu perlu mempertimbangkan aksesibilitasnya. Apakah desain web yang dibuat sudah user-friendly?

Apabila desain web yang dibuat tidak membuat calon konsumen nyaman, kemungkinan mereka akan berhenti bernavigasi di situs tersebut ataupun langsung keluar begitu melihat halaman awal. Oleh karena itu, saat membuat situs web cobalah posisikan dirimu sebagai konsumen. Apakah kamu sendiri nyaman dengan desain yang dibuat?

Satu lagi, pastikan situs web kamu juga mobileĀ­-friendly, ya!

3. Buat konten yang unik

Bila situs kamu sudah siap dan diyakini mudah diakses oleh konsumen, tahap selanjutnya adalah membuat konten. Konten yang menarik bisa membantu strategi pemasaran berjalan dengan baik.

Cobalah menghasilkan konten yang berkualitas, menyenangkan untuk dikonsumsi, serta bermanfaat bagi konsumen yang mengaksesnya. Saat membuat konten, kamu perlu memastikan isinya tepat untuk audiens yang ditargetkan dan mampu menjawab kebutuhan informasi yang diperlukan.

Kalau kamu masih bingung mau menyajikan informasi dalam bentuk seperti apa, berikut ini adalah beberapa opsi yang bisa diterapkan di situs kamu.

  • Video
  • Infografik
  • Landing pages
  • Iklan berbayar
  • E-book

Sebagai catatan tambahan, semakin banyak jawaban yang kamu berikan melalui konten yang disajikan, maka calon konsumen pun akan semakin tertarik untuk mengunjungi situs tersebut. Adapun salah satu taktik agar konten kamu mudah ditemukan oleh pengguna internet adalah dengan menerapkan search engine optimization (SEO). Penggunaan kata kunci dan frase tertentu bisa membantu konten kamu berada di peringkat teratas dalam pencarian di Google.

Baca juga: Copywriting Adalah? Mengenal Lebih Lanjut Mengenai Copywriting

4. Lakukan otomatisasi

Memberikan pengalaman yang berkesan bagi konsumen merupakan salah satu tujuan Inbound Marketing. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan kecepatan agar proses pemasaran berjalan dengan efektif.

Nah, untuk melakukan hal tersebut kamu memerlukan automation software yang bisa mengatur proses komunikasi di berbagai platform. Biasanya software ini juga menyediakan data yang terukur sehingga kamu bisa melihat performa yang telah dilakukan. Adapun dua software yang cukup dikenal mampu membantu strategi pemasaran dalam bisnis yang kamu jalankan, antara lain HubSpot dan Salesforce.

Apabila metode dan strategi di atas telah dilakukan, jangan lupa untuk mengecek kembali keefektifan dari setiap proses yang kamu kerjakan, ya. Jika ditemukan ada strategi yang kurang tepat, segeralah cari solusi berdasarkan data yang kamu peroleh. Dengan demikian, Inbound Marketing yang telah dilakukan tidak sia-sia, tetapi  justru memberikan kamu insight yang lebih dalam seputar digital marketing. Selamat mencoba!