Di era digital 4.0, istilah marketing funnel menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan oleh banyak pebisnis. Namun apakah kalian tahu apa itu marketing funnel? Dan bagaimana cara kerjanya untuk meningkatkan penjualan bisnis anda?

Di kesempatan kali ini, kami akan membahas seputar marketing funnel. Mulai dari definisi, yang harus dipersiapkan, tahapan-tahapannya, sampai keunggulannya, simak yuk!

Apa itu Marketing Funnel?

Marketing funnel adalah visualisasi perjalanan pelanggan, mulai dari sebelum mengenal produk sampai menjadi customer yang loyal. Strategi ini mempunyai beberapa tahapan atau level yang harus dilalui dengan perencanaan yang tepat.

Kata “funnel” yang berarti corong, menjadi perumpamaan dari perjalanan customer dengan produk. Karena, corong memiliki bentuk yang awalnya lebar dan kemudian menjadi kecil. Maka corong adalah visualisasi yang cocok untuk Marketing Funnel.

Kenapa harus corong? Misal begini, ada 1000 orang yang melihat iklan produk kamu di internet. Lalu ada 100 orang yang klik iklan kamu karena tertarik.

Maka, ada 100 orang konsumen akan dibawa ke landing page website produkmu. Yang mana terlihat jelas informasi-informasi seputar produk yang ditawarkan.

Pada akhirnya, dari 100 orang yang mempertimbangkan untuk membeli, yang benar-benar membeli adalah 10 orang.

Sekarang mulai masuk akal bukan? Betul, tahapan dari lebar hingga sempitnya corong merepresentasikan pengerucutan jumlah orang yang terlibat dalam marketing produkmu.

Kenapa harus Marketing Funnel?

Melalui marketing funnel, kamu dapat mengetahui bagaimana perjalanan calon pelanggan. Mulai dari sebelum kenal produk yang ditawarkan, hingga jadi konsumen loyal.

Karena kamu mengetahui seluk beluk perjalanan tersebut, maka akan lebih mudah untuk menyusun strategi penjualan dan pemasaran. Melihat mana yang sudah optimal dan mana yang belum.

Dengan strategi ini pastinya pemasaran akan lebih efektif. Tentang caranya produk agar dikenal orang banyak, bagaimana agar orang bisa tertarik dengan produkmu. Sampai akhirnya terjadilah penjualan.

Marketing funnel juga merupakan strategi untuk menghindari over budgeting ke biaya pemasaran dan pengiklanan. Karena kamu sudah mengetahui apa langkah efisien yang dibutuhkan dalam proses tersebut.

Selain itu, strategi ini juga memungkinan bisnis kamu untuk merawat pelanggan dan menghasilkan customer yang setia. Yang mana akan memunculkan potensi bisnis yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Yang dibutuhkan sebelum memulai

Sebelum memulai Marketing Funnel, ini adalah hal yang kamu butuhkan agar hal tersebut dapat terlaksana:

Produk yang ditawarkan

Untuk memulai, pastinya kamu memerlukan produk yang ingin kamu tawarkan. Pahami keunggulan dan kelemahan produkmu, agar saat membuat perencanaan lebih mudah untuk menulisnya.

Copywriting

Dalam bisnis online, copywriting merupakan salah satu yang akan menarik calon pembeli produk anda. Menggunakan tulisan yang bersifat persuasif dan pemilihan kata yang efektif untuk mengajak calon pelanggan mengenal lebih dalam seluk beluk produknya. Sehingga para pelanggan akan tertarik untuk membeli produk yang anda tawarkan

Ads/Iklan

Inilah tempat untuk anda menunjukan preview produk anda, sebelum dibawa lebih jauh ke landing page. Lebih baik lagi, jika anda memasarkan iklan anda pada tempat yang sesuai dengan target audience anda.

Landing Page

Setelah melihat iklan, calon pelanggan yang tertarik akan melihat lebih lanjut produk yang anda tawarkan. Di sinilah calon pelanggan anda akan menemukan informasi mengenai produk beserta penawarannya. Bisa berupa website, laman profil sosial media bisnis anda, dan marketplace.

Tahapan-tahapan

Setelah kalian mengetahui marketing funnel, kali ini kita akan membahas apa saja tahapan-tahapan di dalamnya.

Sebelumnya, kita sudah membicarakan bahwa marketing funnel memiliki beberapa tahapan, yaitu:

Awareness (Kesadaran)

Di stage pertama ini, orang akan pertama kali melihat produk yang dipasarkan lewat iklan. Ini adalah kesempatan anda untuk mengenalkan preview produkmu sehingga orang-orang akan tertarik dan mencari tahu lebih dalam.

Banyak sekali media yang menawarkan jasa pasang iklan. Mulai dari Instagram, Youtube, Google, Facebook atau bahkan aplikasi-aplikasi dalam smartphone kalian.

Jangan lupa juga siapkan copywriting yang baik dan landing page yang akan menuntun orang ke halaman produkmu.

Interest (Ketertarikan)

Setelah melihat produk yang ditawarkan, disinilah tahap apakah calon pelanggan tertarik dengan produk anda. Atau memutuskan untuk melewatinya saja.

Biasanya, saat masuk ke tahap ini orang akan mengetuk iklan yang kamu pasang. Selain itu kebanyakan mencari informasi seputar produkmu melalui laman pencarian Google.

Consideration (Mempertimbangkan)

Stage ketiga. Saat orang sudah masuk ke tahap ini berarti mereka sudah masuk ke dalam marketingmu. Bahkan, mereka sudah mempertimbangkan apakah produk ini akan mereka beli atau tidak.

Tapi jangan senang dulu, karena ada satu tahap lagi yang akan orang lewati setelah berada di tahap ini. Karena mereka belum benar-benar memutuskan untuk membeli produk yang kamu tawarkan.

Sediakan free trial, demo atau penjelasan lengkap dengan penawaran-penawaran promo di stage ini. Fungsinya agar hal itu dapat menjadi pertimbangan terakhir mereka untuk membeli produkmu.

Purchase/Conversion (Membeli)

Setelah anda mereka mempertimbangkan apakah akan membeli produknya. Di sinilah produk anda akan dibeli oleh mereka.

Sedikit tips, produk beserta service yang kamu siapkan haruslah menimbulkan kesan yang baik dan sesuai dengan yang ditawarkan.

Kemudian, kalian juga dapat memberikan penawaran tambahan. Seperti bundling, promo, paket penjualan dll. Sehingga, tidak hanya satu produk yang terjual, namun dua atau lebih.

Retention (Keberlanjutan)

Jika produk yang dibeli oleh konsumen menimbulkan kesan baik, maka pelanggan akan sampai ke step ini. Di mana pelanggan akan kembali membeli produkmu karena hasilnya memuaskan.

Sampai akhirnya, mereka menjadi customer yang loyal dan percaya dengan produkmu.

Advocacy (Testimoni)

Tahapan selanjutnya bukanlah tahapan akhir. Namun, jika pelanggan sudah sampai ke tahap ini, bisa jadi produk anda sangat memuaskan. Kamu akan mendapatkan testimoni dari customer.

Karena, jika customer sudah percaya dengan produkmu mereka akan menawarkannya ke teman-teman, keluarga, atau bahkan menjadi reseller. Yang pastinya akan membuka tahapan baru bagi keberlanjutan bisnis anda.

Hal yang harus diperhatikan

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menyusun dan mengimplementasikan Marketing Funnel, yaitu:

  • Kenali produk dengan baik. Catat kelebihan, kekurangan dan apa yang bikin produkmu beda dari yang lain.
  • Siapkan copywriting yang baik. Tulisan persuasif dan pemilihan kata yang efektif akan membuat calon pelanggan lebih mudah tertarik.
  • Tentukan target audience. Survey terlebih dulu platform mana yang paling banyak target audience kamu mainkan. Baca juga: Cara Menentukan Target Market
  • Jangan hardselling terlalu agresif. Buat para pelanggan terlebih dahulu mengenal produkmu dengan menyertakan informasi seputar produk.
  • Setiap bisnis memiliki jenis tahapan funnels yang berbeda. Ada front-end funnels, unboxing funnels dan back-end funnels.

Kesimpulan

Jadi, marketing funnels adalah sebuah visualisasi perjalanan customer, dari sebelum mengenal produk hingga akhirnya membeli produk yang ditawarkan.

Strategi ini berguna untuk mengetahui langkah-langkah bagaimana konsumen bisa tertarik dengan produkmu. Sehingga, perencanaan yang kamu buat dapat lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan tanpa marketing funnel.

Ada beberapa tahapan dasar dalam marketing funnel, yaitu; Awareness, Interest, Consideration, Purchase. Lalu ada dua tahapan selanjutnya untuk memperpanjang siklus bisnis kalian, yaitu; Retention dan Advocacy.

Semoga artikel ini dapat membantu kamu memahami hal-hal dasar dalam marketing funnel. Stay tune di Kelas Persuasi, ya!