Tahukah kamu, merencanakan dan menjalankan bisnis ternyata tidaklah cukup mudah. Ada banyak komponen yang perlu diperhatikan agar bisnis kamu bisa sukses, salah satunya adalah dengan memikirkan target market untuk produk yang kamu jual. Laura Lake, seorang penulis buku Consumer Behavior For Dummies dalam The Balance menyebutkan bahwa target market adalah kumpulan orang yang telah dibagi berdasarkan segmentasi dan dinilai paling mungkin menjadi konsumen dari sebuah bisnis.

Ketika membuat bisnis, tentu saja kamu perlu mengetahui siapa kira-kira orang yang akan menjadi sasaran dari produk yang hendak dijual. Apabila kamu telah mengetahui target market yang diinginkan, selanjutnya kamu perlu mulai menyusun strategi pemasaran yang tepat pada calon konsumen yang diincar.

Nah, agar kamu bisa mengenal strategi targeting lebih jauh, berikut ini adalah beberapa penjelasan yang perlu diketahui terkait definisi dan manfaat targeting, cara menentukan target market yang spesifk, hingga celah yang tidak boleh dibiarkan oleh para pelaku bisnis saat merencanakan targeting.

Mengenal definisi targeting

Melansir dari situs Monash Business School, targeting atau target market adalah proses pemilihan konsumen potensial dengan cara melihat beberapa segmentasi yang ada. Saat akan memasarkan produk, kamu perlu lebih dahulu mengetahui kira-kira kriteria konsumen seperti apa yang cocok dengan bisnis kamu.

Dalam Qualtrics dijelaskan bahwa segmentasi pasar adalah proses membagi kelompok besar ke dalam beberapa kelompok kecil. Pembagian ini bisa dilakukan dengan melihat sejumlah kategori, mulai dari usia, pendapatan, bahkan perilaku atau kebiasaan dari calon konsumen. Semakin spesifik target market yang kamu pilih, maka akan semakin efektif pula strategi promosi yang akan kamu lakukan.

Oleh karena itu, targeting ini tidak boleh dianggap sepele ketika kamu merintis sebuah bisnis.

Apa saja manfaat yang diperoleh saat melakukan targeting?

Dengan melakukan targeting, ada sejumlah manfaat yang bisa kamu peroleh. Salah satunya adalah proses beriklan produk akan menjadi lebih efektif. Mengapa demikian?

Dengan targeting, konten promosi yang ingin disebarkan akan langsung sampai pada orang-orang yang memiliki kemungkinan menggunakan produk kamu. Hal ini bisa terjadi karena sebelumnya kamu telah menentukan ciri-ciri calon konsumen seperti apa yang diharapkan.

Menjangkau secara langsung orang yang tertarik dengan produk atau layanan kamu akan membantumu memeroleh keuntungan yang lebih banyak. Selain hemat waktu dan biaya, teknik pemasaran yang kamu lakukan pun tidak menjadi sia-sia.

Namun, perlu diketahui saat membuat iklan pastikan target market kamu merasa terhubung dengan konten atau iklan yang disebarkan. Walaupun target market sudah sesuai dengan produk yang dijual, apabila konten iklan tidak relevan maka strategi pemasaran tersebut tidak akan berjalan dengan baik.

Bila calon konsumen terpikat dengan iklan yang kamu buat, artinya kamu telah berhasil membangun kepercayaan mereka terhadap produk yang ditawarkan.

Lalu, bagaimana menentukan target market yang spesifik?

Untuk mendapatkan market yang spesifik, kamu perlu terlebih dahulu mengumpulkan sejumlah data dari sejumlah responden. Tentu saja, untuk mendapatkan informasi tersebut tidaklah bisa diperoleh secara gratis atau cuma-cuma. Kamu perlu memberikan penawaran menarik  bagi para responden agar mereka tidak keberatan saat akan memberikan data pribadinya.

Bagaimanapun, orang akan merasa enggan memberikan data pribadi apabila tidak mendapatkan manfaat dan keuntungan dari aktivitas yang dilakukan. Oleh karena itu, kamu perlu pintar-pintar ya memberikan penawaran untuk menarik perhatian mereka. Pastikan responden yang kamu tuju merasa terbantu atau butuh dengan apa yang kamu tawarkan.

Kemudian melalui data yang dikumpulkan, kamu dapat memelajari latar belakang responden untuk mengetahui apakah mereka cocok menjadi market kamu. Kira-kira apa yang bisa kamu lakukan untuk para responden tersebut melalui bisnis yang dijalankan?

Selain dari data, kamu juga bisa melakukan beberapa riset mendalam terkait apa saja hal-hal yang sedang menjadi isu hangat saat ini atau yang menjadi permasalahan banyak orang. Apakah isu tersebut membutuhkan solusi yang cepat dan perlu segera diselesaikan? Lalu, apakah produk yang kamu tawarkan mampu memberikan jawaban atas masalah yang sedang terjadi? Lantas, siapa orang yang membutuhkan solusi itu?

Bila kamu sudah menemukan jawabannya, selanjutnya kamu perlu mencari tahu apa cara yang tepat untuk menjangkau target market tersebut.

Cara menjangkau target market

Apabila kamu sudah mengetahui target market, selanjutnya adalah cari tahu bagaimana caranya menjangkau potensial konsumen tersebut. Adapun salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjangkau potensial konsumen adalah dengan memanfaatkan platform yang ada di media sosial.

Ya, platform daring ini merupakan sarana yang efektif untuk mendapatkan atensi atau perhatian calon konsumen, terutama mereka yang aktif menggunakan media sosial. Mungkin selama ini kamu hanya menggunakan media sosial sebagai sarana berkomunikasi dengan rekan kamu. Namun saat menjalankan bisnis, media sosial akan menjadi platform yang memberi manfaat bagi bisnis kamu sehingga perlu dipelajari lebih lanjut.

Berdasarkan data dari Statista yang dirilis pada 16 Agustus 2021, disebutkan bahwa pada 2026 diprediksi pengguna media sosial di Indonesia akan mencapai angka 237 juta. Angka ini naik 181 juta dibandingkan dengan tahun 2020. Dari aplikasinya sendiri, Facebook merupakan media sosial yang paling banyak diakses oleh penduduk Indonesia, diikuti dengan Instagram dan YouTube.

Dilihat dari usia, media sosial banyak digunakan oleh mereka yang berusia 25 hingga 34 tahun dan posisi kedua terbanyak ditempati oleh rentang usia 18 hingga 24 tahun. Selain itu, per Januari 2021 disebutkan bahwa berdasarkan gender, pria ternyata lebih mendominasi penggunaan media sosial di Indonesia.

Dari data tersebut, cobalah bayangkan ada berapa banyak potensial konsumen yang bisa kamu raih untuk mempromosikan bisnis yang dijalankan. Melalui media sosial, kamu bisa meningkatkan kesadaran dan keterlibatan calon konsumen terhadap produk yang kamu tawarkan. Visibilitas produk kamu akan meningkat ketika memanfaatkan platform tersebut.

Celah targeting yang perlu diketahui

Targeting memang bisa memberikan manfaat bagi bisnis yang sedang kamu jalankan. Namun, perlu diketahui bahwa targeting bisa juga menjadi celah apabila kamu terlalu fokus dengan konsumen yang spesifik itu.  

Dalam The Balance disebutkan bahwa biasanya ketika memilih calon konsumen yang spesifik, para pelaku bisnis cenderung mengabaikan konsumen potensial lainnya. Bisa jadi orang yang tidak ditargetkan justru lebih tertarik dengan produk yang kamu jual. Oleh karena itu, penting untuk memertimbangkan calon konsumen lainnya dengan cara terus memelajari potensial konsumen yang ada. Ketika bisnis kamu telah berkembang, cobalah evaluasi kembali target market lainnya.

Apakah ada calon konsumen lain yang kira-kira membutuhkan produk kamu?

Nah, demikian informasi seputar targeting yang perlu kamu ketahui. Tentunya, untuk berhasil di dunia digital marketing kamu masih perlu memelajari lebih lanjut beberapa hal lainnya. Jadi, tetap semangat belajar dan don’t give up ya!